DEMI ALLAH, Ini kabar yang benar dari ALLAH datangnya. yang harus kita perhatikan, simak dan renungkan, sebelum kalian menyesal di kehidupan setelah kematian (AKHIRAT).

    Ya Allah, Tolong Kirim Aku Kembali ke Dunia. Allah berfirman dalam Al-Quran Surat. AL-MU'MINUUN: 99-118.

     


    99. (Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia),
    100. Agar aku dapat berbuat amal saleh yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak! Sungguh itu adalah dalih yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada barzakh (dinding) sampal pada hari mereka dibangkitkan.
    101. Apabila sangkakala ditiup, maka tidak ada lagi pertalian keluarga di antara mereka pada hari itu (hari kiamat), dan tidak ada pula mereka saling bertanya.
    102. Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.
    103. Dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam.
    104. Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka itu dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat.
    105. (Dikatakan kepada mereka), “Bukankah ayat-ayat-Ku telah dibacakan kepadamu, tetapi kamu selalu mendustakannya?”
    106. Mereka berkata, "Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan kami adalah orang-orang yang sesat.
    107. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami darinya (kembalikanlah kami ke dunia), jika kami masih juga kembali (kepada kekafiran), sungguh, kami adalah orang-orang yang zalim."
    108. Allah berfirman, "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku.”
    109. Sungguh, ada segolongan dari hamba-hamba-Ku berdoa (di dunia), "Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat, Engkau adalah pemberi rahmat yang terbaik.”
    110. Lalu kamu jadikan mereka buah ejekan, sehingga kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka,
    111. Sungguh, pada hari ini Aku memberi balasan kepada mereka, karena kesabaran mereka; sungguh mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan."
    112. Allah berfirman, "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"
    113. Mereka menjawab, "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada mereka yang menghitung."
    114. Allah berfirman, "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan hanya sebentar saja, jika kamu benar-benar mengetahui."
    115. Maka apakah kamu mengira, bahwa Kami menciptakan kamu main-main (tanpa ada maksud), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?
    116. Maka Mahatinggi Allah, Raja yang sebenarnya; tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia, Tuhan (yang memiliki) 'Arsy yang mulia.
    117. Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannyahanya pada Tuhannya. Sungguh, orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.
    118. Dan katakanlah (Muhammad), "Ya Tuhanku, berilah ampun dan berilah rahmat, Engkaulah pemberi rahmat yang terbaik."

    #AlQuranTidakPernahSalah #VideoPeringatanDariAllah #VideoNasihatAllah #HanyaAllahYangMemberiHidayah #HanyaIslamAgamaAllah #AgamaIslam #Renungkanlah #VideoRenungan


    #Renungkanlah #HanyaAllahPemberiHidayah #PetunjukAllah #CahayaIslam #SembahLahAllahSaja #OneDayOneAyat #AlQuran #RenunganQuran #TadaburAyat #TadaburQuran #Quran #CintaQuran #AlFurqon #BacaDanRenungkan #LoveQuran #MahaSuciAllah #Alhamdulillah #Allahhuakbar #Lailahailallah #MuhammadRasulullah


    ,

    Yesus tidak di bunuh dan tidak di salib


    Pertanyaan, Seputar Keimanan:
    “Bukankah Al-Quran menyebutkan dalam surat Maryam ayat 33 bahwa Yesus meninggal dan dibangkitkan?"

    Nabi Isa Alaihissalam adalah Rasul Allah


    Dr. Zakir Naik menjawab dari kesalah fahaman bahwa Isa putra Maryam itu sekarang telah meninggal:

    1. Isa alaihissalam mengatakan, “pada hari aku menginggal”, bukan “pada hari ketika aku sudah meninggal”

    Perkataan itu disebutkan dalam surat Maryam ayat 33:

    Quran Surat Maryam [19] ayat 33

    “Dan kesejaheraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku di bangkitkan hidup kembali.”

    Al-Quran menyebutkan bahwa Isa alaihissalam mengatakan, “Dan semoga kesejahteraan dilimpahkan atasku pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal.” Tidak di katakan “Pada hari ketika aku sudah meninggal”. Kalimat itu berbentuk masa depan, bukan waktu lampau.

    2. Isa alaihissalam Dibangkitkan kembali dalam keadaan hidup
    Al-Quran selanjutnya mengatakan dalam Surat An-Nisa [4] Ayat 157-158:

    Quran Surat An-Nisa [4] Ayat 157-158


    'Dan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah', Menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya, orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keraguan-keraguan tentang yang dibunuhnya itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuhnya itu, kecuali mengikuti perasangka belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    -----------------------------

    Orang-orang Nasrani yang masih saja mempercayai bahwa Nabi Isa ‘alaihissalam (Yesus menurut mereka) sudah meninggal dalam keadaan tersalib, maka sungguh mereka telah tertipu. Allah subhanahu wata’ala telah menyelamatkan dan mengangkat beliau ke langit (Lihat QS. An-Nisa ayat 157-158) di atas. Dengan kehendak dan kemampuan-Nya Allah, Nabi Isa ‘alaihissalam masih hidup hingga sekarang, dan nanti di akhir zaman, Allah subhanahu wata’ala akan menurunkan beliau kembali ke muka bumi dalam rangka menjalankan syariat Islam sebagaimana yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, menyeru umat manusia untuk menauhidkan Allah subhanahu wata’ala, mengajak mereka agar beribadah dan sujud hanya kepada-Nya, serta menjauhkan mereka dari segala bentuk kesyirikan.

    Demikianlah sejak awal mula diangkat menjadi rasul, sampai meninggalnya nanti setelah turun ke bumi, Nabi Isa ‘alaihissalamsenantiasa mengajak umat manusia agar beribadah hanya kepada Allah subhanahu wata’ala. Nabi Isa ‘alaihissalam tidak akan pernah rela diibadahi dan dipertuhankan. Nabi Isa ‘alaihissalam tidak pernah mengajak umatnya untuk menyembah beliau dan tidak pula mengajak umatnya agar sujud kepada ibundanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya),

    “Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua sesembahan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya).” (Al-Maidah: 116)

    Kalau Nabi Isa ‘alaihissalam menyaksikan keyakinan dan kehidupan beragama orang-orang Nasrani sekarang, pasti beliau akan mengingkarinya dan akan menyatakan bahwa mereka adalah orang-orang kafir. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya),

    “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih putra Maryam”, padahal Al-Masih (sendiri) berkata: “Hai Bani Israil, beribadahlah kepada Allah Rabbku dan Rabb kalian semua.” (Al-Maidah: 72)

    SUMBER ARTIKEL: 
    - Dari buku ‘Debat Islam Vs Non-Islam’ Penerbit AQWAM
    - Judul Asli buku: Zakir Naik answer to non muslims’ common questions about Islam
    - www.irf.net
    - www.tafsirayatquran.blogspot.co.id

    ,



    Pertanyaan, Seputar Keimanan:
    “Semua agama pada dasarnya mengajarkan kepada para pengikutnya untuk melakukan kebaikan, lantas mengapa setiap orang harus memilih Islam saja sebagai agama, tidak bisakah masing-masing orang mengikuti agama yang lainnya?”

    Dr. Zakir Naik menjawab:

    1. Perbedaan utama antara Islam dengan agama lainnya
    Pada dasarnya, semua agama mendorong manusia untuk berlaku lurus dan menjauhi keburukan. Tetapi Islam lebih dari itu. Ia menuntun kita menuju cara-cara sederhana mewujudkan kebaikan dan menyingkirkan keburukan dari kehidupan individual dan kolektif. Islam memperhitungkan sifat manusia dan kompleksitas masyarakat manusia. Islam adalah bimbingan dari Sang Maha Pencipta. Oleh sebab itu islam juga Dinul Fitrah (Agama Fitrah Manusia).

    2. Islam memerintahkan kita menjauhi perampokan dan mengajurkan untuk melenyapkan perampokan

    a. Islam menganjurkan untuk melenyapkan perampokan
    Semua agama besar mengajarkan bahwa pencurian adalah perbuatan buruk. Islam pun mengajarkan yang serupa. Jadi, apa bedanya antara Islam dan agama-agama lain? Perbedaan terletak pada fakta bahwa islam, selain mengajarkan bahwa mencuri itu buruk, menunjukan cara peraktis menciptakan sebuah struktur sosial di mana orang tidak akan mencuri lagi.

    b. Islam menganjurkan zakat
    Islam menganjurkan sebuah sistem zakat yang wajib dibayar setiap tahun. Hukum Islam menetapkan bahwa setiap orang yang mempunyai harta simpanan melebih nisab (kadar wajib berzakat), yaitu senilai 85 gram emas atau lebih, harus mengeluarkan 2,5% dari simpanannya itu untuk didermakan setiap tahunnya. Jika setiap orang kaya di dunia ini mengeluarkan zakat dengan ikhlas, kemiskinan akan terhapus. Tidak ada seorangpun mati kelaparan.

    c. Potong tangan sebagai hukuman bagi pencuri
    Islam memerintahkan hukum potong tangan bagi yang mencuri. Dalam Al-Quran disebutkan dalam Surat Al-Maidah [5]: Ayat 38. 

     “Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."

    Orang non-muslim akan mengatakan, “Islam adalah agama barbar dan kejam.” yaa karena kita hidup dizaman modern seakan-akan ini adalah suatu hukuman yang extream bagi mereka yang tidak mengetahui, karena di balik hukuman yang Allah berikan ini, akan adanya kesejahteraan bagi siapa saja yang menegakan hukum potong tangan.

    d. Hasil tercapainya kesejahteraan ketika syariat islam ditegakkan
    Amerika dianggap sebagai salah satu negara paling maju di dunia. Sayangnya ia juga memiliki angka kejahatan tertinggi di dunia dalam hal pencurian dan perampokan. Andaikan syariat Islam diberlakukan di Amerika, yaitu setiap orang kaya membayar zakat (2,5% dari harta simpanannya yang melebihi 85 gram emas setiap tahunya), dan setiap perampok dipotong tanganya sebagai hukumannya, kira-kira angka pencurian dan perampokan di Amerika akan meningkat, tetap, atau turun? Pastinya akan turun. Diberlakukannya hukum yang tegas semacam itu juga akan menyurutkan niat banyak calon pencuri.

    Saya sepakat bahwa jumlah pencurian yang terjadi didunia ini sedemikian besar hingga kalau anda memotong tangan semua pencuri, akan ada puluhan ribu orang yang kehilangan tangan.

    Intinya adalah ketika anda menerapkan hukuman ini, angka pencurian akan turun seketika. Calon pencuri akan berfikir berulang kali sebelum membahayakan anggota tubuhnya. Sekedar membahayakan hukuman itu saja nyali mayoritas pencuri akan hilang keinginannya untuk mencuri. Hanya akan ada segelintir orang saja yang mencuri. Karena itu, hanya tangan beberapa orang saja yang dipotong, tetapi berjuta-juta orang akan hidup sejahtera tanpa khawatir adanya pencurian.

    Dengan demikian, syariat Islam bisa dipraktikkan dan mencapai hasil yang lebih baik bila dibandingkan menggunakan hukum selain Islam.

    3. Islam mencegah pelecehan seksual dan pemerkosaan terhadap perempuan. Islam memerintahkan hijab dan menetapkan hukuman mati bagi seorang yang terbukti melakukan pemerkosaan.

    a. Islam menetapkan cara untuk melenyapkan pelecehan seksual dan pemerkosaan
    Semua agama menyatakan pelecehan seksual dan pemerkosaan perempuan sebagai dosa besar. Islam mengajarkan hal yang sama pula. Lalu, apa bedannya antara Islam dan agama lainnya? Perbedaan terletak pada fakta bahwa Islam tidak hanya mengkhotbahkan penghormatan terhadap perempuan, atau mengutuk pelecehan seksual dan pemerkosaan sebagai kejahatan serius, tetapi juga memberi panduan jelas tentang bagaimana masyarakat bisa melenyapkan kejahatan semacam itu.

    b. Hijab bagi laki-laki
    Islam mempunyai sistem hijab. Al-Quran mula-mula meyebutkan hijab untuk laki-laki kemudian disusul dengan hijab bagi perempuan. Hijab untuk laki-laki disebutkan dalam quran surat An-Nur [24]: ayat 30

    quran surat An-Nur [24]: ayat 30

    “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih baik dan lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

    Makna hijab untuk laki-laki di ayat ini berarti, Ketika seseorang laki-laki melihat perempuan dan pikiran kotor atau liar melintas di benaknya, ia harus menundukan pandangannya.

    c. Hijab bagi perempuan
    Hijab untuk perempuan dalam Quran surat An-Nur[24]: Ayat 31

    Quran surat An-Nur[24]: Ayat 31

    Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan  memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali  yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke  dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka,  atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau  putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau  putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka,  atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

    Ketentuan hijab bagi seorang perempuan adalah menutup seluruh tubuhnya. Bagian tubuh yang boleh dilihat hanyalah wajah dan telapak tangan. Jika mereka mau, mereka bisa menutup bagian-bagian tubuh itu. Bahkan beberapa ulama berpendapat bahwa wajah juga harus ditutup.

    d. Hijab mencegah pelecehan seksual
    Mengapa Allah memerintahan hijab bagi perempuan, alasannya disampaikan dalam Quran surat Al-Ahzab[33]: Ayat 59 

    Kewajiban berjilbab ada dalam Quran surat Al-Ahzab[33]: Ayat 59
    Kewajiban berjilbab ada dalam Quran surat Al-Ahzab[33]: Ayat 59 

    “Hai nabi, katakanlah kepada isti-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka, yang demikian itu supaya mereka tidak di ganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Al-Quran mengatakan bahwa hijab ditetapkan bagi perempuan agar mereka dikenali sebagai perempuan terhormat dan ini akan menjauhkan mereka dari pelecehan.

    e. Amerika Serikat (AS) memiliki angka pemerkosaan tertinggi
    Berdasarkan laporan FBI, terdapat 102.555 kasus pemerkosaan sepajang tahun 1990 di Amerika Serikat. Lebih jauh laporan itu mengungkapkan bahwa hanya 16% kasus pemerkosaan yang di laporkan. Sehingga, untuk mengetahui jumlah sesungguhnya pemerkosaan yang terjadi pada tahun 1990, angka yang dilaporkan itu harus dikalikan dengan 5,25. Berdasarkan perhitungan tersebut, akan didapati jumlah yang fantastis yaitu 640.968 kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 1990. Jika jumlah tersebut kita bagi 365 hari per tahun, kita dapatkan rata-rata terjadi 1.756 insiden pemerkosaan setiap hari.

    Laporan yang lain mengatakan bahwa rata-rata 1900 pemerkosaan dilakukan di Amerika Serikat setiap hari. Menurut National Crime Victimization Survey Bureau of Justice Statistics (Departemen Kehakiman Amerika Serikat) pada tahun 1996 saja terdapat 307.000 laporan kasus pemerkosaan. Dengan begitu, 307.000 x 3,226 = 990.322 pemerkosaan terjadi di Amerika. Artinya, rata-rata 2.713 kasus pemerkosaan terjadi di setiap harinya di Amerika. Setiap 32 menit, satu pemerkosaan terjadi di Amerika. Mungkin para pemerkosa Amerika kian bertambah berani.

    Laporan FBI tahun 1990 berlanjut dan mengatakan bahwa dari kasus-kasus pemerkosaan yang dilaporkan hanya 10% pemerkosaan yang ditangkap, artinya hanya 1,6% dari seluruh kasus yang terjadi. Dari semua yang ditangkap, 50% dibiarkan bebas tanpa pengadilan. Ini berarti hanya 0,8 % pemerkosa yang diajukan ke pengadilan. Dengan kata lain jika seseorang melakukan 125 kali pemerkosaan, peluang dia akan diadili untuk pemerkosaan hanya satu kali.

    Banyak yang menganggap ini tindakan untung-untungan yang bagus. Dan menurut laporan, 50% dari mereka yang menghadapi pengadilan menerima hukuman kurang dari satu tahun penjara walaupun hukum Amerika menetapkan bahwa pemerkosa di ancam tujuh tahun penjara. Hakim bersikap lunak untuk para pelanggaran hukum pertama kali. Bayangkan seseorang melakukan 125 kali pemerkosaan dan peluang mendapatkan hukuman hanya satu kali, dan 50% peluang hakim akan menunjukkan sikap lunak dan menjatuhkan hukuman kurang dari setahun.

    f. Hasil terciptanya ke sejahteraan jika syariat Islam di berlakukan di Amerika Serikat
    Jikalau syariat Islam di berlakukan di Amerika, setiap kali seorang laki-laki memandang seorang perempuan dan pikiran kotor atau liar melintas dibenaknya, dia akan menundukkan pandangannya, karena menundukan pandangan adalah hijab bagi laki-laki. Setiap perempuan Amerika mengenakan pakaian yang menutup rapat tubuhnya, kecuali wajah dan telapak tangannya. Hukuman mati di jatuhkan kepada anda, apakah angka pemerkosaan di Amerika akan naik, sama saja, atau akan turun?

    Islam mempunyai solusi praktis bagi permasalahan umat manusia.

    Islam adalah cara hidup terbaik karena ajaran-ajarannya bukan retorika doktriner melainkan solusi praktis bagi permasalahan umat manusia. Islam merupakan cara hidup secara individu maupun kolektif. Islam merupakan cara hidup terbaik karena Islam adalah sebuah agama praktis dan universal yang tidak terbatas untuk kelompok atau bangsa tertentu.

    SUMBER ARTIKEL: 
    - Dari buku ‘Debat Islam Vs Non-Islam’ Penerbit AQWAM

    - Judul Asli buku: Zakir Naik answer to non muslims’ common questions about Islam
    - www.irf.net

    ,

    Dr. Zakir Naik Answer: Bagaimana membuktikan adanya kehidupan selepas kematian

    Pertanyaan, Seputar Keimanan:
    Bagaimana anda bisa membuktikan keberadaan kehidupan setelah mati?

    Dr. Zakir Naik Menjawab:
    Soalan yang paling lazim yang banyak di tanyakan oleh non-islam. Kenapa orang islam percayakan kehidupan selepas mati? Bagaimana membuktikan secara logik, tentang hari akhirat atau kehidupan selepas mati.

    Banyak yang bertanya kepada saya. Saudara Zakir, kamu seorang doktor perobatan. Kamu pernah memberikan ucapan tentang Al-Quran dan Sains modern. Tapi bagaimana kamu mempercayaan secara buta, kehidupan setelah kematian, sedangkan Sains belum membuktikannya. Jadi mereka beranggapan, kalau islam itu agama dapat diterima secara logika saja.

    Saja beritahu, dengan memberikan jawaban yang paling logis:
    • Percaya pada akhirat tidak didasarkan pada keyakinan buta
    Banyak orang yang terheran-heran bagaimana orang dengan pembawaan ilmiah dan logis mempercayai kehidupan sesudah mati. Orang beranggapan bahwa siapa pun yang percaya pada akhirat, kepercayaan tersebut melakukan itu berdasarkan keyakinan buta. Keyakinan saya pada akhirat didasarkan pada sebuah argumen logis.

    • Akhirat adalah sebuah keyakinan logis
    Salah satu kepercayaan logis dan dapat di terima akal. saya pernah beri perkataan tentang “Al-Quran dan Sains Modern.” Dan saya katakan, terdapat lebih dari 6000 ayat dalam Al-Quran. Lebih dari 1000 ayat dalam Al-Quran yang menceritakan tentang Sains. 

    Banyak fakta yang disebutkan dalam Al-Quran terungkap dalam beberapa abad terakhir, tetapi Sains belum mampu mencapai tingkat membenarkan setiap pertanyaan Al-Quran.

    Andaikan 80% yang disebutkan dalam Al-Quran terbukti benar secara Sains dan ilmu pengetahuan belum bisa memberikan keterangan yang pasti atas 20% bagian yang lain, maka ilmu pengetahuan belum mencapai tingkatan untuk meneguhkan atau menyangkal pernyataan-pernyataan itu. Dengan keterbatasan pengetahuan, kita tidak bisa memastikan apakah satu persen atau satu ayat Al-Quran saja dari bagian 20% itu salah. Dengan demikian, apabila 80% Al-Quran adalah benar dan 20% selebihnya tidak terbukti salah, secara logis dapat dikatakan 20% bagian yang lain itu juga benar. Eksistensi akhirat termasuk dalam bagian 20% yang tak pasti itu dan menurut logika saya benar adanya.
    • Konsep kedamaian dan nilai-nilai kemanusian tidak ada artinya tanpa konsep akhirat
    Merampok itu perbuatan baik atau jahat? Orang normal akan mengatakan bahwa itu tindakan jahat. Bagaimana seorang yang tidak percaya pada akhirat menyakini seorang penjahat besar bahwa merampok itu jahat?

    Misalkan saya adalah seorang penjahat paling kuat dan paling berpengaruh di dunia,tetapi saya juga seorang yang cerdas dan logis. Saya katakan bahwa merampok itu baik kerena merampok membuat saya menikmati hidup mewah. Jadi, merampok itu adalah baik bagi saya.

    Jika ada orang yang bisa mengemukakan satu saja argumen logis mengapa merampok itu buruk bagi saya, saya akan berhenti merampok saat itu juga. Orang biasanya mengemukakan argumen-argumen berikut ini:
    • Orang yang dirampok akan mengalami kesulitan
    Ada yang mengatakan bahwa orang yang dirampok akan mengalami kesulitan. Saya jelas setuju bahwa merampok itu buruk bagi korban perampokan, tetapi itu baik untuk saya. Jika saya merampok Rp 100 juta, saya bisa menikmati hidangan lezat di restoran bintang lima.
    • Seorang bisa jadi merampok anda
    Ada yang akan mengatakan bahwa suatu hari bisa saja saya dirampok. Tidak ada yang bakal merampok saya karena saya penjahat yang sangat kuat dan saya punya ratusan pengawal. Saya bisa menrampok semua orang, tetapi semua orang tidak bisa merampok saya. Merampok mungkin adalah profesi beresiko bagi orang biasa, tetapi tidak untuk orang yang berpengaruh bagi saya.
    • Polisi bisa menangkap anda
    Sebagian mungkin mengatakan, jika anda merampok, anda bisa di tangkap polisi. Polisi tidak bisa menangkap saya karena saya menggaji polisi. Saya menggaji para menteri. Saya sepakat bahwa jika orang biasa merampok, dia akan di tangkap dan itu buruk baginya, tetapi saya ada penjahat luar biasa berpengaruh dan kuat.

    Beri saya satu alasan logis mengapa itu buruk untuk saya dan saya akan berhenti merampok.
    • Uang itu mudah
    Ada yang mengatakan bahwa itu adalah uang mudah dan bukan uang yang diperoleh dengan susah payah. Saya sepenuhnya sepakat bahwa itu adalah uang mudah. Jika orang punya pilihan mendapatkan uang mudah atau susah, semua orang normal akan memilih cara yang mudah.
    • Itu melawan kemanusiaan
    Barangkali ada yang mengatakan bahwa itu melawan kemanusiaan dan orang harus peduli terhadap orang lain. Saya sanggah argumen itu dengan menanyakan siapa yang membuat hukum tersebut “Kemanusiaan” ini dan mengapa saya harus mematuhinya?
    • Itu perbuatan egois
    Sebagian lagi mengatakan itu tindakan egois. Benar bahwa merampok adalah perbuatan egois, tetapi mengapa saya tidak boleh egois? Itu membuat saya menikmati hidup.

    • Tidak ada alasan logis bahwa merampok adalah perbuatan jahat
    Oleh karena itu, sama selalu tidak ada gunanya semua argumen yang berusaha membuktikan bahwa merampok adalah perbuatan jahat. Argumen-argumen itu mungkin memuaskan oranng awam, tetapi bukan untuk  penjahat berkuasa dan berpengaruh seperti saya. Tak satu pun dari argumen-argumen tiu yang bisa dipertahankan dengan kekuatan akal dan logika.

    Begitu pula tindakan perkosaan, penipuan, dan sebagainya. Semua tindakan itu bisa dipandang biasa dan bahkan baik bagi orang seperti saya dan tidak ada argumen logis yang bisa menyakini saya bahwa hal-hal tersebut buruk.

    • Seorang muslim bisa meyakinkan seorang penjahat berkuasa dan berpengaruh
    Sekarang kita berganti posisi. Anggap saja anda penjahat paling berkuasa dan paling berpengaruh di dunia yang menggaji polisi dan para mentri. Anda punya pasukan perampok yang melindungi anda. Saya seorang muslim yang akan menyakini anda bahwa merampok, memerkosa, menipu, dan sebangsanya adalah perbuatan jahat.

    Sekalipun saya mengemukakan argumen-argumen yang sama untuk membuktikan bahwa merampok adalah perbuatan jahat, sang penjahat akan menanggapi sama seperti yang dia lakukan sebelumnya.

    Saya sepakat bahwa si penjahat logis dan semua argumennya benar hanya ketika dia adalah penjahat paling berkuasa dan berpengaruh.

    • Setiap manusia menghendaki keadilan
    Setiap manusia  menghendaki keadilan. Kalaupun dia tidak menghendaki keadilan bagi orang lain, dia pasti menghendaki keadilan untuk dirinya sendiri. Ada orang yang dibukkan oleh kekuasaan dan pengaruh membuat orang lain sengsara. Orang yang sama, bagaimanapun juga, pasti merasa keberatan jika diperlakukan adil. Alasan orang-orang semacam itu menjadi tidak peka terhadap penderitaan orang lain adalah karena mereka memuja kekuasaan dan pengaruh. Kekuasaan dan pengaruh, menurut mereka,tidak hanya memungkinkan mereka berbuat tidak adil kepada orang lain, tetapi juga mencegah orang lain berbuat hal yang sama terhadap mereka.

    • Allah adalah yang paling berkuasa dan paling adil
    Sebagai seorang muslim, saya akan menyakinkan penjahat itu tentang eksistensi Rabb yang Mahakuasa. Allah lebih berkuasa dari anda dan pada saat yang sama juga adil. Dalam Al-Quran Surat An-Nisa [4]: ayat 40 disebutkan:

    Al-Quran Surat An-Nisa [4]: ayat 40


    “Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipat gandakan dan memberikan dari sisiNya pahala yang besar.”

    • Mengapa tuhan tidak menghukum saya?
    Penjahat itu, sebagai orang yang logis dan ilmiah, sepakat bahwa tuhan ada, setelah diberi fakta-fakta ilmiah dari Al-Quran. Dia mungkin mengemukakan argumen mengapa tuhan yang Mahakuasa dan Maha Adil tidak menghukumnya.
    • Orang yang berlaku tidak adil harus dihukum
    Setiap orang yang mengalami ketidakadilan, tanpa memandang status kekayaan dan sosial, hampir pasti menghendaki pelaku ketidakadilan dihukum. Setiap orang normal ingin agar perampok atau pemerkosa diberi hukuman. Walaupun banyak penjahat dihukum, tapi banyak juga yang tak terjamah hukum. Mereka menjalani kehidupan menyenangkan, mewah, bahkan menikmati eksistensi penuh kedamaian. Jika ketidakadilan dilakukan terhadap seorang yang berkuasa dan berpengaruh oleh seorang yang lebih berkuasa dan berpengaruh dari dia, dia pun menghendaki agar pelaku ketidakadilan itu dihukum.

    4. Hidup ini adalah ujian untuk akhirat
    Hidup ini adalah ujian untuk akhirat. Dalam Al-Quran disebutkan, Dalam QS. AL-Mulk [67]: Ayat 2:

    Quran Surat. AL-Mulk [67]: Ayat 2


    “Yang menjadikan mati dan hidup, supaya dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” 

    5. Keadilan tertinggi pada hari pengadilan
    Dalam Al-Quran disebutkan, QS. Ali-Imran [3]: Ayat 185:



    “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukan ke dalam surga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” 

    Keadilan tertinggi akan diberikan pada hari pengadilan. Setelah seorang meninggal, dia akan dibangkitkan pada hari pengadilan bersama seluruh umat manusia. Mungkin saja seorang menerima sebagian hukumannya di dunia ini. Ganjaran dan hukuman terakhir akan diperoleh di akhirat. Rabb yang Mahakuasa mungkin saja tidak menghukum seorang perampok atau pemerkosa di dunia ini, tetapi yang pasti pelakunya akan mempertanggung jawabkan perbuatannya itu pada hari pengadilan dan akan dihukum di akhirat, yaitu hidup sesudah mati.

    6. Hukuman apa yang bisa diberikan hukum manusia kepada Hitler?
    Hitler membakar enam juta orang yahudi selama berkuasa. Seandainya saat itu polisi menangkapnya, hukuman apa yang bisa dijatuhkan kepada Hitler agar hukum di negara itu tegak? Paling berat yang bisa mereka lakukan adalah mengirim Hitler ke kamar gas. Tetapi, itu hanya akan menghukum pembunuhan atas satu orang Yahudi. Bagaimana dengan 5.999.9999 orang yahudi yang Hitler bunuh?

    7. Allah bisa membakar Hitler 6.000.000 X  di neraka
    Dalam Al-Quran disebutkan dalam surat An-Nisa[4] ayat ke 56 menjelaskan,

    Quran Surat An-Nisa[4] ayat ke 56


    “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat kami , kelak akan kami masukan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merakasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

    Jika Allah menghendaki, Allah bisa membakar Hitler enam juta kali di akhirat (Dalam neraka), bahkan sampai 12 juta kali pun Allah dapat melakukannya.

    8. Tidak ada konsep nilai-nilai manusia dalam hal baik atau buruk tanpa konsep akhirat
    Jelas sudah bahwa tanpa menyakinkan seorang tentang akhirat, hidup sesudah mati, konsep nilai-nilai manusia dan baik atau buruknya perbuatan mustahil dibuktikan kepada siapa saja yang melakukan ketidakadilan terutama bagi orang yang berpengaruh dan berkuasa.


    SIMAK VIDEO NYA, DR. ZAKIR NAIK MEMBUKTIKAN ADANYA KEHIDUPAN SETELAH MATI SECARA LOGIS:


    SUMBER ARTIKEL: 
    - Dari buku ‘Debat Islam Vs Non-Islam’ Penerbit AQWAM
    - Judul Asli buku: Zakir Naik answer to non muslims’ common questions about Islam
    - www.irf.net
    - Video Zakir Naik 

    ,

    Dr. Zakir Naik Answer: Muslimin menyembah dan sujud kepada Ka’Bah, Benarkah?

    Pertanyaan, Seputar Keimanan:
    “Jika Islam menentang penyembahan berhala, mengapa kaum muslimin menyembah dan sujud kepada Ka’bah?”

    Dr. Zakir Naik menjawab:
    Ka’bah adalah kiblat, yaitu arah kaum muslimin menghadap dalam sholat mereka. Perlu dicatat bahwa walaupun kaum muslimin menghadap Ka’bah dalam shalat, mereka tidak menyembah Ka’bah. Kaum muslimin hanya menyembah dan bersujud kepada Allah Rabbul Alamin. 

    Disebutkan dalam surat ke-2 Al-Baqarah ayat 144:

    QS. Al-Baqarah [2] ayat 144

    “Sungguh kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah masjidil Haram dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya...”

    1. Islam mengajarkan persatuan
    Ketika kaum muslimin hendak menunaikan sholat, bisa jadi ada sebagian orang yang ingin menghadap ke utara, sedangkan yang lainnya ingin menghadap ke selatan. Untuk menyatukan kaum muslimin dalam beribadah kepada Allah maka kaum muslimin di manapun berada diperintahkan hanya menghadap ke satu arah, yaitu Ka’bah. Kaum muslimin yang tinggal di sebelah barat Ka’bah, mereka sholat menghadat timur. Begitu pula yang tinggal di sebelah timur Ka’bah, mereka menghadap barat.

    2. Ka’bah adalah pusat peta dunia
    Kaum muslimin adalah umat pertama yang menggambar peta dunia. Mereka menggambar peta dengan selatan menunjuk ke atas dan utara ke bawah. Ka’bah berada di pusatnya. Kemudian, para koreografer (Ahli membuat peta) barat membuat peta terbalik dengan utara menghadap ke atas dan selatan ke bawah. Meski begitu, alhamdullilah, Ka’bah tetap terletak di tengah-tengah peta.

    3. Tawaf keliling Ka’bah untuk menunjukkan keesaan Allah
    Ketika kaum muslimin pergi ke Masjidil Haram di mekah, mereka melakukan tawaf atau mengelilingi Ka’bah. Perbuatan ini melambangkan keimanan dan peribadahan kepada satu Tuhan. Sama persis dengan lingkaran yang hanya membunyai satu pusat maka hanya Allah saja yang berhak disembah.

    4. Mengikuti yang diajarkan Rasulullah Muhammad 
    Mengenai batu hitam, Hajar Aswad, Umar bin Khatab berkata, “Aku tau bahwa engkau hanyalah sebongkah batu yang tidak dapat mendatangkan keburukan maupun manfaat seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.” [Shahih Bukhari:II/56 (675)] Pernyataan Umar ‘Sebongkah batu yang tidak dapat mendatangkan keburukan maupun manfaat’ cukup membuktikan bahwa kita umat muslim tidak menyembah Ka’bah. Karana hanya tuhan kita lah yaitu Allah yang dapat mendatangkan Manfaat dan Bahaya, bukan sebogkah batu (pent).

    5. Orang berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan adzan
    Pada zaman Nabi, orang berdiri di atas Ka’bah dan mengumandangkan adzan. Bisa ditanyakan kepada mereka yang menuduh kaum muslimin menyembah Ka’bah, penyembahan berhala mana yang rela bahwa berhala yang mereka agung-agungkan berdiri di atas berhala sesembahannya?

    SUMBER ARTIKEL: 
    - Diambil dari buku ‘Debat Islam Vs Non-Islam’ Penerbit AQWAM
    - Judul Asli buku: Zakir Naik answer to non muslims’ common questions about Islam

    ,


    Masyaallah, Allahuakbar..! Sungguh kemenangan yang teramat agung, Allah akan menyediakan Rumah dan Istana bagi siapa saya yang melakukan amalan sederhana ini. 
    Jangan di samakan antara hakikat dunia dengan akhirat. Karena apapun yang kita bayangkan segala isi dalam syurga pasti akan salah. Hakikat Rumah dan Istana yang di dunia dengan Rumah Istana yang ada di Surga, tentu jauh berbeda, yang sama hanyalah nama saja. di surga tentu lebih sempurna dan kekal. 
    Baik kita langsung saja, kepada pembahasan. Insyaallah, artikel ini dapat memberikan semangat untuk mendorong kita melakukan amalan-amalan ini, tentunya harus dilandasi dengan IKHLAS, NIAT KARENA ALLAH, Maka Insyaallah, Allah akan menganugrahi dan meridhoinya:

    MEMBANGUN RUMAH DISYURGA

    Ada 11 Amalan yang pelakunya Allah hadiahi rumah di syurga kelak:

    1. Membangun masjid dengan ikhlas karena Allah
    2. Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
    3. Mengerjakan shalat dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at
    4. Mengerjakan 12 raka’at shalat rawatib dalam sehari
    5. Meninggalkan perdebatan
    6. Meninggalkan dusta
    7. Berakhlak mulia
    8. Mengucapkan alhamdulillah dan istirja’ (inna ilaihi wa innaa ilaihi raaji’’un) ketika anak kita wafat
    9. Membaca doa masuk pasar
    10. Menutup celah dalam shaf shalat
    11. Beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam..

    Ini ada beberapa amalan sederhana yang bila diamalkan akan dibangunkan rumah atau istana di surga. Amalan-amalan tersebut adalah:

    Pertama: Membangun masjid dengan ikhlas karena Allah
    Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ كَمَفْحَصِ قَطَاةٍ أَوْ أَصْغَرَ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
    Siapa yang membangun masjid karena Allah walaupun hanya selubang tempat burung bertelur atau lebih kecil, maka Allah bangunkan baginya (rumah) seperti itu pula di surga.(HR. Ibnu Majah, no. 738. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

    Mafhash qathaah dalam hadits artinya lubang yang dipakai burung menaruh telurnya dan menderum di tempat tesebut. Dan qathah adalah sejenis burung.

    Hadits tentang keutamaan membangun masjid juga disebutkan dari hadits ‘Utsman bin ‘Affan. Di masa Utsman yaitu tahun 30 Hijriyah hingga khilafah beliau berakhir karena terbunuhnya beliau, dibangunlah masjid Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. Utsman katakan pada mereka yang membangun sebagai bentuk pengingkaran bahwa mereka terlalu bermegah-megahan. Lalu Utsman membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ بَنَى اللَّهُ لَهُ فِى الْجَنَّةِ مِثْلَهُ
    Siapa yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan membangun baginya semisal itu di surga.” (HR. Bukhari, no. 450; Muslim, no. 533).

    Kata Imam Nawawi rahimahullah, maksud akan dibangun baginya semisal itu di surga ada dua tafsiran:
    1- Allah akan membangunkan semisal itu dengan bangunan yang disebut bait (rumah). Namun sifatnya dalam hal luasnya dan lainnya, tentu punya keutamaan tersendiri. Bangunan di surga tentu tidak pernah dilihat oleh mata, tak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik dalam hati akan indahnya.

    2- Keutamaan bangunan yang diperoleh di surga dibanding dengan rumah di surga lainnya adalah seperti keutamaan masjid di dunia dibanding dengan rumah-rumah di dunia. (Syarh Shahih Muslim, 5: 14)

    Kedua: Membaca surat Al-Ikhlas sepuluh kali
    Dari Mu’adz bin Anas Al-Juhaniy radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ قَرَأَ (قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ) حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْراً فِى الْجَنَّةِ
    Siapa yang membaca qul huwallahu ahad sampai ia merampungkannya (surat Al-Ikhlas, pen.) sebanyak sepuluh kali, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga. (HR. Ahmad, 3: 437. Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah mengatakan bahwa hadits ini hasan dengan berbagai penguat)

    Ketiga: Mengerjakan shalat dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at
    Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ صَلَّى الضُّحَى أَرْبَعًا، وَقَبْلَ الأُولَى أَرْبَعًا بنيَ لَهُ بِهَا بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
    Siapa yang shalat Dhuha empat raka’at dan shalat sebelum Zhuhur empat raka’at, maka dibangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Awsath. Dalam Ash-Shahihah no. 2349 disebutkan oleh Syaikh Al-Albani bahwa hadits ini hasan)

    Keempat: Mengerjakan 12 raka’at shalat rawatib dalam sehari
    Dari Ummu Habibah –istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ صَلَّى اثْنَتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً فِى يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِىَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِى الْجَنَّةِ
    “Barangsiapa mengerjakan shalat sunnah dalam sehari-semalam sebanyak 12 raka’at, maka karena sebab amalan tersebut, ia akan dibangun sebuah rumah di surga.” (HR. Muslim, no. 728)

    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

    مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
    “Barangsiapa merutinkan shalat sunnah dua belas raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” (HR. Tirmidzi, no. 414; Ibnu Majah, no. 1140; An-Nasa’i, no. 1795. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini hasan)

    Kelima: Meninggalkan perdebatan
    Keenam: Meninggalkan dusta
    Ketujuh: Berakhlak mulia
    Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِى رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِى وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِى أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
    Aku memberikan jaminan rumah di pinggiran surga bagi orang yang meninggalkan perdebatan walaupun dia orang yang benar. Aku memberikan jaminan rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan kedustaan walaupun dalam bentuk candaan. Aku memberikan jaminan rumah di surga yang tinggi bagi orang yang bagus akhlaknya.” (HR. Abu Daud, no. 4800. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

    Kedelapan: Mengucapkan alhamdulillah dan istirja’ (inna ilaihi wa innaa ilaihi raaji’’un) ketika anak kita wafat
    Dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    إِذَا مَاتَ وَلَدُ الْعَبْدِ قَالَ اللَّهُ لِمَلاَئِكَتِهِ قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِى. فَيَقُولُونَ نَعَمْ. فَيَقُولُ قَبَضْتُمْ ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ. فَيَقُولُونَ نَعَمْ. فَيَقُولُ مَاذَا قَالَ عَبْدِى فَيَقُولُونَ حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ. فَيَقُولُ اللَّهُ ابْنُوا لِعَبْدِى بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بَيْتَ الْحَمْدِ
    Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, Allah berfirman kepada malaikat-Nya, “Kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?” Mereka berkata, “Benar.” Allah berfirman, “Kalian telah mencabut nyawa buah hatinya?” Mereka menjawab, “Benar.” Allah berfirman, “Apa yang diucapkan oleh hamba-Ku saat itu?” Mereka berkata, “Ia memujimu dan mengucapkan istirja’ (innaa lilaahi wa innaa ilaihi raaji’uun).” Allah berfirman, “Bangunkan untuk hamba-Ku di surga, dan namai ia dengan nama baitul hamdi (rumah pujian).” (HR. Tirmidzi, no. 1021; Ahmad, 4: 415. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

    Kesembilan: Membaca doa masuk pasar
    Dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya Ibnu ‘Umar, dari kakeknya (‘Umar bin Al-Khattab), ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكُ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِى وَيُمِيتُ وَهُوَ حَىٌّ لاَ يَمُوتُ بِيَدِهِ الْخَيْرُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ كَتَبَ اللَّهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ
    Siapa yang masuk pasar lalu mengucapkan, “Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyii wayumiit wa huwa hayyun laa yamuut biyadihil khoir wahuwa ‘alaa kulli syain qodiir (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada sekutu bagi-Nya. Allah yang memiliki kekuasaan dan segala pujian untuk-Nya.” Allah akan menuliskan untuknya sejuta kebaikan, menghapus darinya sejuta kejelekan, mengangkat untuknya sejuta derajat, dan membangunkan untuknya sebuah rumah di surga.” (HR. Tirmidzi, no. 3428. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini dha’if).

    Dalam riwayat lain disebutkan, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ دَخَلَ السُّوْقَ فَبَاعَ فِيْهَا وَاشْتَرَى ، فَقَالَ : لاَ إِلَه َإِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ ، لَهُ الملْكُ ، وَلَهُ الحَمْدُ ، يُحْيِي وَيُمِيْتُ ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر ، كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ ، وَبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الجَنَّةِ
    “Siapa yang memasuki pasar lalu ia melakukan jual beli di dalamnya, lantas mengucapkan: Laa ilaha illallah wahdahu laa syarika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, yuhyi wa yumiit wa huwa ‘ala kulli syai’in qadir; maka Allah akan mencatat baginya sejuta kebaikan, akan menghapus darinya sejuta kejelekan dan akan membangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Al-Hakim dalam Mustadrak, 1: 722)
    Meskipun riwayatnya dha’if atau lemah namun karena kita diperintahkan berdzikir ketika orang itu lalai seperti kala di pasar, maka dzikir di atas masih boleh diamalkan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
    “إذا تضمنت أحاديث الفضائل الضعيفة تقديراً وتحديداً ؛ مثل صلاة في وقت معين ، بقراءة معينة ، أو على صفة معينة ؛ لم يجز ذلك – أي العمل بها – لأن استحباب هذا الوصف المعين لم يثبت بدليل شرعي ، بخلاف ما لو روي فيه : (مَن دخل السوق فقال : لا إله إلا الله كان له كذا وكذا) فإن ذكر الله في السوق مستحب ، لما فيه من ذكر الله بين الغافلين ، فأما تقدير الثواب المروي فيه فلا يضر ثبوته ولا عدم ثبوته
    “Jika suatu hadits yang menerangkan fadhilah atau keutamaan suatu amalan dari sisi jumlah atau pembatasan tertentu seperti shalat di waktu tertentu, membaca bacaan tertentu, atau ada tata cara tertentu, tidak boleh diamalkan jika haditsnya berasal dari hadits dha’if. Karena menetapkan tata cara yang khusus dalam ibadah haruslah ditetapkan dengan dalil.
    Adapun mengenai doa masuk pasar yaitu haditsnya berbunyi, siapa yang masuk pasar lantas membaca laa ilaha illallah dan seterusnya, maka perlu dipahami bahwa secara umum berdzikir ketika masuk pasar itu disunnahkan. Karena kita diperintahkan berdzikir saat orang-orang itu lalai. Besarnya pahala yang disebutkan dalam hadits tersebut (hingga disebutkan sejuta, pen.) tidaklah menimbulkan problema ketika bacaan tersebut diamalkan, baik nantinya hadits tersebut dihukumi shahih ataukah tidak. ” (Majmu’ Al-Fatawa, 18: 67)
    Dalil umum yang memerintahkan kita banyak dzikir termasuk di pasar adalah hadits berikut.
    Dari ‘Abdullah bin Busr, ia berkata,
    جَاءَ أَعْرَابِيَّانِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ أَحَدُهُمَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ « مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ ». وَقَالَ الآخَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ شَرَائِعَ الإِسْلاَمِ قَدْ كَثُرَتْ عَلَىَّ فَمُرْنِى بِأَمْرٍ أَتَشَبَّثُ بِهِ. فَقَالَ لاَ يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْباً مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
    “Ada dua orang Arab (badui) mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas salah satu dari mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, manusia bagaimanakah yang baik?” “Yang panjang umurnya dan baik amalannya,” jawab beliau. Salah satunya lagi bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya syari’at Islam amat banyak. Perintahkanlah padaku suatu amalan yang bisa kubergantung padanya.” “Hendaklah lisanmu selalu basah untuk berdzikir pada Allah,” jawab beliau. (HR. Ahmad 4: 188, sanad shahih kata Syaikh Syu’aib Al-Arnauth). Hadits ini menunjukkan bahwa dzikir itu dilakukan setiap saat, bukan hanya di masjid, sampai di sekitar orang-orang yang lalai dari dzikir, kita pun diperintahkan untuk tetap berdzikir.
    Abu ‘Ubaidah bin ‘Abdullah bin Mas’ud berkata, “Ketika hati seseorang terus berdzikir pada Allah maka ia seperti berada dalam shalat. Jika ia berada di pasar lalu ia menggerakkan kedua bibirnya untuk berdzikir, maka itu lebih baik.” (Lihat Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam, 2: 524)
    Kesepuluh: Menutup celah dalam shaf shalat
    Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    مَنْ سَدَّ فُرْجَةً بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي الجَنَّةِ وَرَفَعَهُ بِهَا دَرَجَةً
    “Barang siapa yang menutupi suatu celah (dalam shaf), niscaya Allah akan mengangkat derajatnya karena hal tersebut dan akan dibangunkan untuknya sebuah rumah di dalam surga.” (HR. Al-Muhamili dalam Al-Amali, 2: 36. Disebutkan dalam Ash-Shahihah, no. 1892)
    Kesebelas: Beriman pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
    Dari Fadhalah bin ‘Ubaid radhiyallahu ‘anhu, ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    أَنَا زَعِيمٌ وَالزَّعِيمُ الْحَمِيلُ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَهَاجَرَ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَأَنَا زَعِيمٌ لِمَنْ آمَنَ بِي وَأَسْلَمَ وَجَاهَدَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ مَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَلَمْ يَدَعْ لِلْخَيْرِ مَطْلَبًا وَلَا مِنْ الشَّرِّ مَهْرَبًا يَمُوتُ حَيْثُ شَاءَ أَنْ يَمُوتَ
    “Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berhijrah dengan sebuah rumah di pinggir surga, di tengah surga, dan surga yang paling tingggi. Aku menjamin orang yang beriman kepadaku, masuk islam dan berjihad dengan rumah di pinggir surga, di tengah surga dan di surga yang paling tinggi. Barangsiapa yang melakukan itu, maka ia tidak membiarkan satu pun kebaikan, dan ia lari dari setiap keburukan, ia pun akan meninggal, di mana saja Allah kehendaki untuk meninggal.” (HR. An-Nasa’i, no. 3135. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)
    Moga kita dimudahkan mendapatkan kaveling rumah atau istana di surga. Hanya Allah yang memberi taufik dan hidayah.

    Oleh: ust. Muhammad Abduh Tuasikal, MSc


Top