Dr Zakir Naik: Silahkan laknat saya 1000x tapi hentikan laknat kalian terhadap Abu Bakar, Umar, dan Utsman

SYIAH MELAKNAT SAHABAT RASULLULAH  DR ZAKIR NAIK MEMBELA, PARA SAHABAT RADHIALLAHU ‘ANHU
SYIAH MELAKNAT SAHABAT RASULLULAH
 DR ZAKIR NAIK MEMBELA, PARA SAHABAT RADHIALLAHU ‘ANHU
Dr Zakir Naik mengatakan Silahkan laknat saya 1000x tapi hentikan laknat kalian terhadap 3 sahabat Rasullulah Shallalahu 'Alaihi Wassalam yang mulia - Dr Zakir Naik langsung membela para sahabat Rasullulah SAW, saat ada seseorang yang berkata dengan nada yang keras dan kasar melaknat para sahabat RA. Bagaimana mungkin Dr Zakir Naik tidak langsung membela ataupun marah, bila para sahabat Nabi dikatakan telah berbuat fasik hingga kafir, maka dari mana lagi kita akan mengambil agama kita? Dari siapa lagi kita akan menerima hadits-hadits Nabi dan ayat-ayat Al Qur’an karena dengan kuasa Allah melalui para sahabat inilah keduanya terjaga. Dan bila sahabat Nabi telah berbuat zhalim bahkan hingga kafir, maka sungguh artinya agama ini tidaklah tersisa kecuali sangat sedikit.

Begitu besarnya perjuangan para sahabat RA terhadap agama Allah ini (islam) yang telah sampai kebenaran Islam ini kepenjuru dunia. Tidak hanya itu, para sahabat RA adalah generasi yang terbaik yang hidup bersama Rasulullah, mendampingi Rasulullah berperang, Maka siapa saja yang mencela para sahabat RA yang mulia sama artinya ia melaknat Rasullulah SAW.

Bagaimana respon Dr Zakir, Tentu nya tidak hanya diam! DR Zakir langsung membela para sahabat RA, membela kepada orang-orang yang berani melaknat sahabat yang mulia (Abu Bakar, Umar, dan Utsman), ketiga sahabat RA ini yang dijamin masuk surga, sebagaimana yang dikatakan oleh perkatan Rasullalah SAW. Bagaimana mungkin orang-orang Syiah melaknat, mencela. mencaci maki ketiga Sahabat ini, dengan terang-terangan kepada kaum muslimin.

Mungkin dalam video tersebut, terdengar sekelompok orang-orang Syiah mengecam sekaligus melaknat kepada para Sahabat RA (Rasullulah). Berikut ini pernyataan Dr.Zakir Naik mengenai kelompok pendusta ini : 

Jika kalian salah melaknat orang, seperti saudara tadi yang berbicara dengan nada keras, di hari pembalasan nanti Allah akan tanya kalian : “Apa buktimu kamu mengatakan demikian?”

Saya telah menulis pertanyaan kepada semua lembaga Islam di India hingga Pakistan, “Apakah dalam hal ini saya salah mendoakan mereka ( sahabat Yazid, dll) dengan radhiallahu ‘anhu?”

Padahal kata radhiallahu ‘anhu (semoga Allah meridhoinya) adalah hal yang biasa diucapkan setelah menyebut nama sahabat. Tentang Yazid terdapat perbedaan pendapat dalam menyikapinya.




Imam Ghazali berkata : “Mendoakan dengan radhiallahu ‘anhu adalah lebih baik”.

Jika kita teliti riwayat tentang Karbala, masyarakat kuffahlah yang memanggil Husein radhiallahu anhu, dan mereka pulalah yang menyusun rencana (hingga terbunuh beliau). Jika kalian membaca hadist shohih, yang menjadi opsi Hussein radhiallahu anhu  untuk menghindari pertumpahan darah ada 3 pilihan :

1. Saya akan membai’at Yazid.
2. Biarkan saya pulang ke Makkah.
3. Kirimkan saya ke medan Jihad.

Beliau ada keinginan menerima Yazid. Namun, masyarakat Kuffah paham kalau makar mereka ketahuan, mereka bisa celaka. Akhirnya mereka berencana untuk memperdaya Husein, dan saya katakan dalam catatan resmi saya :

“Saya mengutuk, siapapun pembunuh Husein radhiallahu anhu yang sebenarnya”.

Husein radhiallahu anhu adalah cucu Rasulullah Saw, kita menghormati beliau dan beliau juga salah satu seorang sahabat Nabi.

Berdasarkan dari riwayat yang shohih, kita bisa dapatkan ketika Yazid mendengar Husein terbunuh, beliaupun menangis. Tapi mereka (orang syiah) tidak menerima riwayat ini.

Itu karena Syiah mempunyai kitab hadist sendiri, mereka tidak percaya pada Imam Bukhori! Jadi apakah kalian akan mengikuti mereka? (tanya beliau kepada orang-orang yang sepertinya sudah terkena virus syiah).

Mana yang lebih meragukan? Beberapa orang terburu-buru menyimpulkan bahwa Yazid lah yang telah membunuh Husein, padahal bukan beliau pembunuhnya. Yazid adalah Khalifah ketika itu. Akan tetapi, dia tidak pernah perintahkan untuk membunuh Hussein.

Jika kalian membaca riwayat yang shohih, maka kalian akan mengerti, tapi kalau kalian membaca riwayat yang dusta (yang dibuat orang-orang syiah), maka kesimpulannya akan berbeda.

Jika kalian yakin dengan bukunya Salman Rusdi (tokoh penghina Islam), maka kalian akan bingung apakah Nabi Muhammad benar atau salah. (seperti itulah jika kalian percayai riwayat syiah).

Jika kalian membenarkan orang-orang menyimpang yang menolak Shohih Bukhori, kira-kira apa yang terjadi pada umat ini?

Allah berfirman : “Dan Allah bersama orang-orang yang sabar”.

Jika kita mengekspos mereka di Peace TV, pasti mereka akan mendapat banyak masalah. Tapi kami tidak mau seperti itu, mereka orang-orang syiah hanya sekelompok manusia saja. Prioritas Peace Tv adalah lebih besar dari itu, seluruh umat manusia, terutama non-muslim.

Jika kalian bertanya kepada kami, maka kami akan berusaha menjawab sesuai dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Saya berlepas diri dari siapapun yang telah membunuh Husain Radhiaallahu anhu dan mengutuknya.

Seperti halnya, orang-orang bilang bahwa tragedi 911 (ambruknya WTC) adalah Usamah bin Ladin, kenapa saya harus ikut-ikutan mengutuknya? Saya tidak tahu siapa pelaku sebenarnya. Usamah bin ladin kah? Atau Justru George Bush? George Bush mengatakan bahwa Bin Ladin adalah penjahat.

kenapa harus mengutuk Usamah ? saya bukan kawan atau musuhnya. Atas dasar apa saya menyalahkan Usamah? Mereka mem-blow up Usamah di BBC dan CNN, apakah kalian pengikut BBC dan CNN? Ini sangat memalukan. Kenapa kita langsung menuduh Usamah bin Ladin? Apakah pernah kita mewawancarainya?

Ada satu hal yang baik alhamdulillah, pertama kalinya di Mumbai dalam bulan Muharram tidak lagi ditemukan ada yang melaknat Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiallahu anhum.

Orang-orang Syiah ini, memiliki akidah (keyakinan) yang mengharuskan kita melaknat para sahabat radhiallahu anhum. Mereka paling membenci Umar, dan setiap bulan Muharram, mereka punya kebiasaan melaknat tiga sahabat yang utama. Ini pertama kalinya di Mumbai. Bagaimana bisa mereka melaknat para sahabat sementara kita diam saja?

Saya katakan : “Silahkan kalian melaknat saya 1000 kali saya tidak permasalahkan, tapi hentikan laknat kalian terhadap Abu Bakar, Umar, dan Utsman.

Jangan sampai kita terjebak dengan perangkap media. Peace TV memiliki 70 juta pemirsa di seluruh dunia, dan kami menahan diri untuk mengangkat isu ini. Mereka tidak bisa terima dengan banyaknya orang-orang yang menuju kepada kebenaran.

Orang-orang ini berusaha mencari-cari kesalahan saya dari berbagai celah. Allah berfirman :

“Mereka membuat tipu daya, dan Allah membals tipu daya mereka. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. ( Qs. Ali-Imran : 54). 

AL HADITS - UNTUK MEREKA (SYIAH) YANG SUKA MENCELA, MENCACI MELAKNAT RASULULLAH SAW:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah kalian mencela para sahabatku. Seandainya salah seorang dari kalian berinfaq emas seperti gunung uhud tidak akan menyamai satu mud (infaq) salah seorang dari mereka dan tidak pula setengahnya.” (HR. Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Abu Daud dan Ibnu Majah)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “...Barangsiapa mencintai mereka berarti mereka telah mencintai diriku, dan barangsiapa yang membenci mereka maka berarti telah membenciku” (HR. Ahmad)

Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.” (QS. At Taubah[9]:100)

Lihat Videonya secara menyeluruh, Semoga kelompok Syiah ini diberikan kesadaran, tidak menjadi fitnah untuk kaum muslimin seluruhnya, dan semoga diberi Hidayah oleh Allah yang maha pemberi hidayah, kita hanya bisa berdoa:

1 komentar:

  1. Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “...Barangsiapa mencintai mereka berarti mereka telah mencintai diriku, dan barangsiapa yang membenci mereka maka berarti telah mencintaiku” (HR. Ahmad)
    salah ketik mas .... berarti telah membenciku... mohon segera diralat

    BalasHapus


Top